Scroll to top

Trending : #kaos#pria#jeans#hardware#elektronik#laptop

0

Keranjang Belanja

Terdapat 28 Produk

TENUN SONGKET  WAJIK (BELAH KETUPAT)
TENUN SONGKET WAJIK (BELAH KETUPAT)

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif wajik belah ketupat memiliki bentuk dasar seperti diamond atau ketupat dengan empat sudut yang simetris. Pola ini biasanya disusun secara berjejer atau berbaris sehingga menciptakan kesan teratur, seimbang, dan harmonis. Dalam beberapa kain songket, motif ini juga dipadukan dengan motif kecil di dalam atau di sekitar wajik untuk memperkaya tampilan kain.
Dalam budaya Melayu, motif wajik belah ketupat memiliki makna simbolis, yaitu: Keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Keteraturan dan keteguhan prinsip dalam menjalani hidup. Kemakmuran dan keberuntungan, karena bentuknya sering dikaitkan dengan simbol kesejahteraan.

TENUN SONGKET MOTIF BUNGA KEKWA
TENUN SONGKET MOTIF BUNGA KEKWA

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif tenun Bunga KekWa merupakan salah satu motif hias pada kain tenun atau songket yang menampilkan bentuk bunga yang indah dan tersusun secara simetris. Motif ini biasanya digambarkan dengan pola kelopak bunga yang berulang sehingga menciptakan tampilan kain yang rapi, anggun, dan memiliki nilai estetika tinggi.

Dalam makna filosofinya, motif Bunga Kek Wa melambangkan keindahan, kelembutan, serta keharmonisan dalam kehidupan. Bunga sering dijadikan simbol kesopanan dan keanggunan, terutama dalam budaya Melayu yang menjunjung tinggi nilai kesantunan dan keindahan dalam berpakaian.

Motif ini biasanya ditenun menggunakan benang emas atau perak di atas kain dengan warna dasar khas seperti merah, hijau, ungu, hitam, atau kuning keemasan. Perpaduan warna dan motif bunga tersebut memberikan kesan mewah, elegan, dan tradisional pada kain tenun.
TENUN SONGKET MOTIF MUMBANG NIPAH
TENUN SONGKET MOTIF MUMBANG NIPAH

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif Mumbang Nipah biasanya berbentuk seperti susunan buah kecil yang bulat atau lonjong yang ditata secara berulang dan simetris pada kain songket. Pola ini sering dipadukan dengan garis atau bentuk geometris sederhana sehingga menciptakan tampilan yang rapi dan harmonis. Benang emas atau perak sering digunakan untuk menonjolkan motif agar terlihat lebih indah dan berkilau.
Motif ini memiliki beberapa makna dalam budaya Melayu, antara lain:
Kesuburan dan kehidupan , karena nipah merupakan tanaman yang tumbuh subur di alam. Kebersamaan dan kekeluargaan, bentuk buah nipah yang berkelompok melambangkan persatuan. Kemanfaatan alam, pohon nipah bermanfaat bagi masyarakat (daun, buah, dan batangnya), sehingga menjadi simbol keberkahan dari alam.
TENUN SONGKET MOTIF KUNTUM BUNGA RAYA
TENUN SONGKET MOTIF KUNTUM BUNGA RAYA

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif Songket Kuntum Bunga Raya merupakan motif tenun songket yang terinspirasi dari bunga raya yang sedang mekar. Motif ini biasanya menampilkan bentuk kuntum atau bunga yang tersusun rapi dan berulang di seluruh permukaan kain, dengan detail kelopak yang dibuat menggunakan benang emas atau perak sehingga terlihat mewah dan elegan.
Secara filosofis, motif kuntum bunga raya melambangkan: Keindahan dan kelembutan, karena bunga raya identik dengan kecantikan alam. Kesuburan dan kemakmuran, yang menggambarkan harapan akan kehidupan yang berkembang dan sejahtera. Keanggunan perempuan Melayu, sehingga motif ini sering digunakan pada busana wanita seperti baju kurung atau kebaya songket.
TENUN MOTIF PAYUNG DAN TEPAK
TENUN MOTIF PAYUNG DAN TEPAK

Penjual : TAN DARWANIA MAKATITA

Tenun Melayu bukan sekadar lembaran kain, melainkan media penyampai pesan moral dan adab yang mendalam melalui setiap motifnya. Motif Payung melambangkan peran pemimpin atau kepala keluarga sebagai pengayom yang memberikan perlindungan dari "hujan" permasalahan dan "panas" fitnah, sekaligus menjadi simbol ketaatan kepada Tuhan karena bentuknya yang memusat ke satu titik atas. Sementara itu, motif Tepak Sirih mencerminkan kemuliaan adab dan keterbukaan hati masyarakat Melayu dalam menyambut tamu dengan penuh hormat. Perpaduan kedua motif ini dalam satu kain tenun menegaskan filosofi bahwa kekuatan kepemimpinan harus selalu dibarengi dengan kelembutan budi pekerti dan keramahtamahan terhadap sesama.
BUSANA PRIA MOTIF WAJIK HIJAU
BUSANA PRIA MOTIF WAJIK HIJAU

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Busana pria motif wajik hijau merupakan pakaian tradisional Melayu yang menggunakan kain songket atau kain tenun dengan corak berbentuk wajik (belah ketupat) berwarna hijau. Motif wajik biasanya tersusun secara berulang dan simetris sehingga memberikan tampilan yang rapi, klasik, dan elegan pada busana.

Warna hijau dalam budaya Melayu memiliki makna yang sangat baik, yaitu melambangkan kesuburan, kesejukan, kedamaian, serta nilai religius. Oleh karena itu, busana pria dengan motif wajik hijau sering memberikan kesan tenang, berwibawa, dan bermartabat saat dikenakan.
KERIS ANAK ALANG
KERIS ANAK ALANG

Penjual : ALAMSYAH

Keris Anak Alang memiliki filosofi yang sangat erat dengan pendewasaan dan tanggung jawab seorang laki-laki. Jika "Keris Alang di Raja" adalah simbol kekuasaan tertinggi, maka Anak Alang adalah simbol bagi mereka yang sedang tumbuh dan mengemban amanah di tingkat yang lebih personal.
BUSANA PRIA MOTIF WAJIK
BUSANA PRIA MOTIF WAJIK

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif wajik pada busana pria Melayu merupakan corak yang berbentuk belah ketupat atau diamond yang tersusun secara berulang dan simetris pada kain songket atau kain tenun. Motif ini memberikan tampilan yang rapi, teratur, dan elegan sehingga sering digunakan pada pakaian adat pria Melayu.

Dalam filosofi budaya Melayu, motif wajik melambangkan keseimbangan, keharmonisan, dan keteguhan dalam menjalani kehidupan. Bentuk wajik yang memiliki sisi yang sama mencerminkan nilai keselarasan antara sikap, tindakan, dan tanggung jawab seorang pria dalam keluarga maupun masyarakat.
TOMBAK
TOMBAK

Penjual : ALAMSYAH

Tombak dalam budaya Melayu bukan sekadar senjata untuk berburu atau berperang, melainkan simbol marwah (harga diri) dan kedaulatan. Jika keris dianggap sebagai "nyawa" yang diselipkan di pinggang, tombak adalah "pagar" atau pelindung yang menjaga batas wilayah dan kehormatan keluarga.
JAKET PRIA MOTIF WAJIK BERANTAI
JAKET PRIA MOTIF WAJIK BERANTAI

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif wajik merupakan salah satu motif geometris dalam tenun Melayu yang berbentuk belah ketupat dan tersusun secara berulang. Dalam budaya Melayu, motif ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang dalam.
Secara filosofi, motif wajik melambangkan keseimbangan, keteraturan, dan keharmonisan dalam kehidupan. Bentuk belah ketupat yang tersusun rapi menggambarkan kehidupan masyarakat yang harus berjalan dengan tertib, teratur, dan saling menjaga hubungan baik antar sesama. Pola yang saling berhubungan juga mencerminkan ikatan persaudaraan dan kebersamaan dalam masyarakat Melayu, di mana setiap individu memiliki peran untuk menjaga keharmonisan lingkungan.
KERIS ALANG DI RAJA
KERIS ALANG DI RAJA

Penjual : ALAMSYAH

Keris Alang Di Raja merupakan salah satu senjata kebesaran yang paling dihormati dalam tradisi Diraja Melayu. Namanya sendiri mengandung makna yang sangat mendalam: "Alang" berarti luas atau melintang, dan "Di Raja" merujuk pada martabat tertinggi atau kepemilikan oleh penguasa.
KERIS LOK 11
KERIS LOK 11

Penjual : ALAMSYAH

Keris dengan Lok 11 (sebelas lekukan) memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam budaya dan perkerisan Melayu maupun Jawa. Dalam pakem keris, jumlah lok (luk) selalu berjumlah ganjil, dan angka 11 membawa pesan filosofis tentang kemandirian dan tujuan hidup.