Yuk Jual Beli di Melayuawak, Daftar Sekarang!
Rp 1,600,000
Rp 1,600,000
Rp 1,000,000
Rp 1,000,000
Rp 1,000,000
Rp 1,000,000
Rp 1,000,000
Rp 1,000,000
Rp 500,000
Rp 500,000
Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Motif wajik belah ketupat memiliki bentuk dasar seperti diamond atau ketupat dengan empat sudut yang simetris. Pola ini biasanya disusun secara berjejer atau berbaris sehingga menciptakan kesan teratur, seimbang, dan harmonis. Dalam beberapa kain songket, motif ini juga dipadukan dengan motif kecil di dalam atau di sekitar wajik untuk memperkaya tampilan kain.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Motif tenun Bunga KekWa merupakan salah satu motif hias pada kain tenun atau songket yang menampilkan bentuk bunga yang indah dan tersusun secara simetris. Motif ini biasanya digambarkan dengan pola kelopak bunga yang berulang sehingga menciptakan tampilan kain yang rapi, anggun, dan memiliki nilai estetika tinggi.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Motif Mumbang Nipah biasanya berbentuk seperti susunan buah kecil yang bulat atau lonjong yang ditata secara berulang dan simetris pada kain songket. Pola ini sering dipadukan dengan garis atau bentuk geometris sederhana sehingga menciptakan tampilan yang rapi dan harmonis. Benang emas atau perak sering digunakan untuk menonjolkan motif agar terlihat lebih indah dan berkilau.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Motif Songket Kuntum Bunga Raya merupakan motif tenun songket yang terinspirasi dari bunga raya yang sedang mekar. Motif ini biasanya menampilkan bentuk kuntum atau bunga yang tersusun rapi dan berulang di seluruh permukaan kain, dengan detail kelopak yang dibuat menggunakan benang emas atau perak sehingga terlihat mewah dan elegan.Penjual : TAN DARWANIA MAKATITA
Tenun Melayu bukan sekadar lembaran kain, melainkan media penyampai pesan moral dan adab yang mendalam melalui setiap motifnya. Motif Payung melambangkan peran pemimpin atau kepala keluarga sebagai pengayom yang memberikan perlindungan dari "hujan" permasalahan dan "panas" fitnah, sekaligus menjadi simbol ketaatan kepada Tuhan karena bentuknya yang memusat ke satu titik atas. Sementara itu, motif Tepak Sirih mencerminkan kemuliaan adab dan keterbukaan hati masyarakat Melayu dalam menyambut tamu dengan penuh hormat. Perpaduan kedua motif ini dalam satu kain tenun menegaskan filosofi bahwa kekuatan kepemimpinan harus selalu dibarengi dengan kelembutan budi pekerti dan keramahtamahan terhadap sesama.