Scroll to top

Trending : #muslimah#wanita#kemeja#laptop#peci#jam-tangan

0

Keranjang Belanja

Terdapat 5 Produk

View

TENUN SONGKET  WAJIK (BELAH KETUPAT)
TENUN SONGKET WAJIK (BELAH KETUPAT)

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif wajik belah ketupat memiliki bentuk dasar seperti diamond atau ketupat dengan empat sudut yang simetris. Pola ini biasanya disusun secara berjejer atau berbaris sehingga menciptakan kesan teratur, seimbang, dan harmonis. Dalam beberapa kain songket, motif ini juga dipadukan dengan motif kecil di dalam atau di sekitar wajik untuk memperkaya tampilan kain.
Dalam budaya Melayu, motif wajik belah ketupat memiliki makna simbolis, yaitu: Keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Keteraturan dan keteguhan prinsip dalam menjalani hidup. Kemakmuran dan keberuntungan, karena bentuknya sering dikaitkan dengan simbol kesejahteraan.

Rp 1,600,000

TENUN SONGKET MOTIF BUNGA KEKWA
TENUN SONGKET MOTIF BUNGA KEKWA

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif tenun Bunga KekWa merupakan salah satu motif hias pada kain tenun atau songket yang menampilkan bentuk bunga yang indah dan tersusun secara simetris. Motif ini biasanya digambarkan dengan pola kelopak bunga yang berulang sehingga menciptakan tampilan kain yang rapi, anggun, dan memiliki nilai estetika tinggi.

Dalam makna filosofinya, motif Bunga Kek Wa melambangkan keindahan, kelembutan, serta keharmonisan dalam kehidupan. Bunga sering dijadikan simbol kesopanan dan keanggunan, terutama dalam budaya Melayu yang menjunjung tinggi nilai kesantunan dan keindahan dalam berpakaian.

Motif ini biasanya ditenun menggunakan benang emas atau perak di atas kain dengan warna dasar khas seperti merah, hijau, ungu, hitam, atau kuning keemasan. Perpaduan warna dan motif bunga tersebut memberikan kesan mewah, elegan, dan tradisional pada kain tenun.

Rp 1,000,000

TENUN SONGKET MOTIF MUMBANG NIPAH
TENUN SONGKET MOTIF MUMBANG NIPAH

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif Mumbang Nipah biasanya berbentuk seperti susunan buah kecil yang bulat atau lonjong yang ditata secara berulang dan simetris pada kain songket. Pola ini sering dipadukan dengan garis atau bentuk geometris sederhana sehingga menciptakan tampilan yang rapi dan harmonis. Benang emas atau perak sering digunakan untuk menonjolkan motif agar terlihat lebih indah dan berkilau.
Motif ini memiliki beberapa makna dalam budaya Melayu, antara lain:
Kesuburan dan kehidupan , karena nipah merupakan tanaman yang tumbuh subur di alam. Kebersamaan dan kekeluargaan, bentuk buah nipah yang berkelompok melambangkan persatuan. Kemanfaatan alam, pohon nipah bermanfaat bagi masyarakat (daun, buah, dan batangnya), sehingga menjadi simbol keberkahan dari alam.

Rp 1,000,000

TENUN SONGKET MOTIF KUNTUM BUNGA RAYA
TENUN SONGKET MOTIF KUNTUM BUNGA RAYA

Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA

Motif Songket Kuntum Bunga Raya merupakan motif tenun songket yang terinspirasi dari bunga raya yang sedang mekar. Motif ini biasanya menampilkan bentuk kuntum atau bunga yang tersusun rapi dan berulang di seluruh permukaan kain, dengan detail kelopak yang dibuat menggunakan benang emas atau perak sehingga terlihat mewah dan elegan.
Secara filosofis, motif kuntum bunga raya melambangkan: Keindahan dan kelembutan, karena bunga raya identik dengan kecantikan alam. Kesuburan dan kemakmuran, yang menggambarkan harapan akan kehidupan yang berkembang dan sejahtera. Keanggunan perempuan Melayu, sehingga motif ini sering digunakan pada busana wanita seperti baju kurung atau kebaya songket.

Rp 1,000,000

TENUN MOTIF PAYUNG DAN TEPAK
TENUN MOTIF PAYUNG DAN TEPAK

Penjual : TAN DARWANIA MAKATITA

Tenun Melayu bukan sekadar lembaran kain, melainkan media penyampai pesan moral dan adab yang mendalam melalui setiap motifnya. Motif Payung melambangkan peran pemimpin atau kepala keluarga sebagai pengayom yang memberikan perlindungan dari "hujan" permasalahan dan "panas" fitnah, sekaligus menjadi simbol ketaatan kepada Tuhan karena bentuknya yang memusat ke satu titik atas. Sementara itu, motif Tepak Sirih mencerminkan kemuliaan adab dan keterbukaan hati masyarakat Melayu dalam menyambut tamu dengan penuh hormat. Perpaduan kedua motif ini dalam satu kain tenun menegaskan filosofi bahwa kekuatan kepemimpinan harus selalu dibarengi dengan kelembutan budi pekerti dan keramahtamahan terhadap sesama.

Rp 500,000