Yuk Jual Beli di Melayuawak, Daftar Sekarang!
Terdapat 28 Produk
Penjual : ALAMSYAH
Tumbuk Lada adalah senjata tradisional khas masyarakat Melayu (terutama di wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi) serta masyarakat Bugis dan Deli. Meski bentuknya kecil dan sering dianggap sebagai belati atau beladau, Tumbuk Lada memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam strata sosial dan spiritual.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Busana wanita motif wajik merupakan pakaian tradisional Melayu yang menggunakan kain songket atau kain tenun dengan corak berbentuk wajik atau belah ketupat. Motif ini tersusun secara berulang dan simetris sehingga menghasilkan tampilan yang rapi, harmonis, dan menarik.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Busana wanita motif tampuk manggis merupakan pakaian tradisional Melayu yang menggunakan kain songket atau kain tenun dengan corak yang terinspirasi dari bentuk bagian atas buah manggis. Motif ini biasanya berbentuk seperti bunga atau bintang yang tersusun secara simetris dan berulang, sehingga menciptakan tampilan yang indah, rapi, dan elegan pada busana.Penjual : ALAMSYAH
Tanjak Tak Beruas memiliki filosofi yang sangat unik karena namanya yang berarti "tidak memiliki ruas" atau "tidak memiliki sambungan". Dalam budaya Melayu, istilah "ruas" biasanya merujuk pada sekat (seperti pada bambu atau tebu) yang membatasi satu bagian dengan bagian lainnya.Penjual : ALAMSYAH
Tanjak Naga Berlabuh adalah salah satu jenis tanjak yang sangat ikonik dalam budaya Melayu. Namanya diambil dari gambaran seekor naga yang sedang beristirahat atau "berlabuh" setelah menempuh perjalanan jauh di lautan.Penjual : HILWA SONGKET BATUBARA
Busana wanita motif nasi manis merupakan salah satu busana tradisional khas Melayu yang dihiasi dengan motif tenun atau songket berbentuk butiran kecil menyerupai nasi atau taburan manisan. Motif ini biasanya tersusun rapi dan berulang sehingga menghasilkan tampilan yang sederhana namun tetap indah dan elegan.Penjual : ALAMSYAH
Tanjak Belah Mumbang adalah salah satu jenis ikat kepala Melayu yang memiliki bentuk sangat khas, yaitu menyerupai buah kelapa muda (mumbang) yang terbelah dua. Tanjak ini bukan sekadar hiasan, melainkan simbol identitas dan nilai hidup masyarakat Melayu.Penjual : Opie " Rumah Nayozie"
Peci motif bunga tampuk manggis merupakan peci yang dibuat dari kain songket Melayu dengan corak yang terinspirasi dari bentuk bagian atas buah manggis yang menyerupai bunga. Motif ini biasanya berbentuk bulat atau seperti kelopak yang tersusun rapi dan simetris, sehingga memberikan tampilan yang indah, klasik, dan bernilai seni tinggi.Penjual : ALAMSYAH
Filosofi Tanjak Anderi Guru Silebu merupakan salah satu bentuk ikat kepala tradisional yang sarat akan makna mendalam dalam budaya Melayu, khususnya dalam konteks bela diri dan kepemimpinan. Nama "Anderi" dan "Guru Silebu" merujuk pada ketegasan, kewibawaan, dan kedalaman ilmu.Penjual : Opie " Rumah Nayozie"
Peci songket Melayu motif pucuk rebung merupakan penutup kepala tradisional yang dibuat dari kain songket dengan corak khas berbentuk pucuk rebung atau tunas bambu yang runcing ke atas. Motif ini biasanya tersusun secara berulang membentuk pola segitiga yang rapi dan simetris, sehingga memberikan tampilan yang khas, elegan, dan bernilai budaya tinggi.Penjual : Opie " Rumah Nayozie"
Tas songket Melayu motif tampuk manggis warna orange merupakan tas kerajinan tradisional yang dibuat dari kain songket dengan motif khas berbentuk tampuk atau mahkota buah manggis. Motif ini tersusun secara simetris menyerupai bentuk bunga atau bintang, yang menjadi salah satu motif klasik dalam seni tenun Melayu.Penjual : Opie " Rumah Nayozie"
Tas songket Melayu motif bintang-bintang merupakan tas yang dibuat dari kain songket khas budaya Melayu yang memiliki corak berbentuk bintang sebagai motif utamanya. Motif bintang-bintang melambangkan harapan, keindahan, dan petunjuk arah dalam kehidupan, sebagaimana bintang yang menjadi penunjuk di langit malam.